![]() |
| kompas.com |
Kuda adalah salah satu hewan peliharaan yang umum dimiliki masyarakat Sumba. Kuda juga termasuk hewan adat, dalam artian, biasanya digunakan dalam acara adat tertentu (misalnya Pasola, Pamaleh, dll). Kuda juga sangat cocok untuk dipelihara di wilayah ini karena banyaknya padang sabana yang ada.
Kuda Sumba bukanlah jenis kuda liar yang dikenal dengan susunya; susu kuda liar. Kuda sumba yang banyak dipakai dalam acara adat adalah jenis kuda sandelwood pony. Konon kuda ini merupakan persilangan antara kuda arab dan kuda lokal. Kuda Sumba biasanya dipakai untuk balap kuda dan acara pasola (perang-perangan), karena body yang gagah dan lincah.
Nama Sandelwood sendiri sebenarnya berasal dari 'sandalwood' atau yang secara umum dikenal dengan kayu cendana. Karena pada zaman dahulu, kayu cendana ini banyak tumbuh di daerah Sumba dan NTT pada umumnya.
Kuda Sumba nama latinnya adalah, Equus caballus, memang cukup unik. Kuda ini memiliki tubuh yang tidak seberapa besar, dan tinggi hanya 110-130 cm saja. Bentuk tubuh yang cukup serasi, tubuh bagian tengah agak pendek, dada cukup besar dan dalam, telinga agak kecil, suri dan kumba agak tebal, membuat tampilan kuda ini cocok untuk tunggangan orang Sumba atau Asia pada umumnya yang mempunyai perawakan yang tak begitu besar dan tinggi.
Keberadaan kuda sandalwood ini sekarang mulai mengkhawatirkan karena banyaknya kuda yang dikirim ke luar pulau seperti ke Jawa dan Sulawesi baik itu untuk dikonsumsi ataupun dipakai sebagai alat transportasi di tempat wisata.
Jika dahulu dengan mudah kita dapat menemukan kuda-kuda di padang dalam jumlah banyak. Kini kita hanya menemukannya secara sporadis di wilayah-wilayah tertentu saja.


0 Komentar