![]() |
| okezone.com |
1. Danau Weekuri
Nama Weekuri sendiri berasal berarti air percikan. Itu karena danau tempat wisata ini terbentuk dari percikan air laut yang menembus batu karang. Kedalaman Danau Weekuri berkisar antara 30 cm hingga 2,5 meter, tapi saat air sedang pasang bisa mencapai 5 m.
Weekuri merupakan danau air asin karena berasal dari air laut yang menembus batu karang yang mengelilingi danau. Akibat dari akumulasi garam, kandungan kadar garam di danau ini lebih pekat daripada di laut.
Danau tempat wisata Sumba di tepi pantai ini dikelilingi oleh batuan cantik. Mulai dari batuan gua yang membentuk stalaktit hingga stalagmit. Selain itu ada juga batuan karang yang ditumbuhi oleh tumbuhan khas batu karang seperti kaktus.
Beberapa titik air di Danau Weekuri memiliki gradasi warna yang cantik. Ada yang berwarna biru, kehijauan, hingga putih dari pantulan dasar danau. Saat berenang di tempat wisata Sumba ini, pengunjung juga bisa merasakan suhu air yang berbeda-beda.
Selain itu, pengunjung juga dapat menemui berbagai jenis ikan laut yang ada, terlebih diwaktu air jernih.
Lokasi Danau ini berada di Desa, Kalena Rongo, Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur
2. Air Terjun Waimarang
Air terjun ini berdinding bebatuan, dengan tiga tingkatan air terjun. Di tempat wisata Sumba ini Air terjun pertama memiliki ukuran paling kecil, tingkatan kedua paling lebar sekitar tujuh meter, dan tingkatan terakhir sekitar tiga meter.
Air terjun ini mengalir dari kolam alami di atasnya yang keluar dari celah tebing. Airnya berasal dari sungai kecil di atasnya lagi.
Yang membuat tempat wisata Sumba ini menarik adalah kolam alami di bawah air terjun. Kolam dikelilingi tebing batu berkarakter yang bikin tambah cantik kalau difoto.
Air di dalam kolam air terjun Waimarang ini berwarna hijau toska dan kolamnya cukup luas. Airnya sangat menyegarkan dan sejuk. Mengundang untuk kita menikmatinya dengan berenang atau sekedar bermain air.
Waktu terbaik mengunjungi Wai Marang adalah pukul 09.00-10.00 pagi, sebab pada pagi hari sinar mentari akan masuk melalui celah air terjun, sehingga menciptakan pemandangan yang sangat indah. Dan menimbulkan efek keindahan yang alami bagi yang ingin mengabadikan gambar di Air Terjun Waimarang ini.
Kami menyarankan untuk tidak datang terlalu sore, karena saat kembali ke lahan parkir akan gelap tanpa penerangan,ditambah jalur trekking terbilang curam dan licin.
Lokasi: Ngaru Kanoru, Umalulu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur
3. Air Terjun Tanggedu
Air Terjun Tanggedu Air terjun tempat wisata Sumba ini diberi nama sesuai dengan nama desa tempat air terjun ini berada. Lokasi ini sedang hangat dibicarakan oleh masyarakat karena keunikannya.
Sepanjang perjalanan menuju lokasi, tampak pemandangan perbukitan khas Sumba Timur dengan hewan-hewan ternak yang berkeliaran bebas padang rumput.
Setelah memarkir kendaraan dekat rumah warga, pengunjung harus melanjutkan perjalanan dengan tracking menyusuri ladang warga.
Air terjun Tanggedu letaknya ada di antara tebing bebatuan, kami harus lebih berhati-hati ketika turun ke bibir sungai.
Setibanya di Air terjun Tanggedu, semua kelelahan kami terbayar dengan keindahannya.
Air terjun tempat wisata Sumba ini memiliki dua sumber air yang berbeda. Hal ini pula yang menyebabkan warna air berbeda. Bersantai di tepi air terjun dengan mendengarkan gemericik air yang turun sungguh menyejukan mampu menjadi obat bagi perjalanan panjang yang cukup melelahkan.
4. Pantai Watubela
Pantai Watubela di Kabupaten Sumba Barat ini bisa ditempuh sekitar 90 menit dari kota Waikabubak menuju kecamatan Lamboya.
Akses jalan ke tempat wisata Sumba ini sudah bisa dibilang baik, hanya beberapa kilometer jalan menuju pantai merupakan jalan pengerasan yang licin jika sehabis hujan.
Dari kejauhan sudah terlihat birunya lautan yang berkilau dan nyiur-nyiur yang melambai di tepiannya. Ketika kita tiba di bibir pantai Watubela kekaguman bertambah. Hamparan pasir putih yang halus dan bersih seperti dijaga oleh tebing-tebing dengan bebatuan indah yang ada disekitarnya.
Pengunjung bisa bermain dengan ombak pantai yang memang menggoda dengan airnya yang jernih. Namun harus tetap memperhatikan kondisi gelombang air laut demi keselamatan. Pengunjung juga bisa sekadar menikmati dan berfoto dengan latar tebing putih yang eksotis di Watubela.
Warna tebing di tempat wisata Sumba ini Sesuai dengan namanya. Watubela dalam bahasa lokal memiliki arti batu yang berwarna putih. Jika air sedang surut kita bisa juga masuk ke goa sempit yang berada di tebing pantai yang ujungnya melebar menghadap ke arah lautan lepas.
Di atas tebing terbentang padang rumput yang semakin cantik dengan kerbau memakan rerumputan. Para remaja Kampung Watubolo, terlihat asik bersama kerbau-kerbau yang asyik merumput. Mereka duduk, jongkok, dan berdiri di atas punggung kerbau yang seakan tak perduli.
Lokasi: Desa Patiala Bawa, Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur
5. Kampung Adat Praijing
Kampung Adat Praijing adalah kampung adat yang terbilang di tengah ibu kota kabupaten Sumba Barat. Oleh karena tempatnya yang sangat mudah dijangkau dan strategis, kampung adat ini, paling banyak dikunjungi oleh wisatawan sehingga membawa desanya meraih penghargaan sebagai desa mandiri.
Kampung Adat Praijing terletak di Desa Tebara. Di tempat wisata Sumba berjenis budaya ini, ada 38 rumah di kampung tersebut. Semula ada 42, namun kebakaran pada 2000 menghanguskan 20 rumah.
Yang paling mencolok dari barisan rumah adat di Kampung Praijing itu memang atapnya. Tak semua atap dilengkapi menara yang menjulang tinggi. Itulah yang membedakan Uma Bokulu dan Uma Mbatangu, dua jenis rumah adat Sumba.
Uma Bokulu berarti rumah besar. Atapnya tidak dibuat tinggi seperti menara. Sedangkan Uma Mbatangu berarti rumah menara.
Konstruksi atapnya seperti menara yang tingginya bisa mencapai 30 meter. Baik Uma Bokulu atau Mbatangu berupa rumah panggung yang atapnya dilapisi alang-alang.
Tak hanya sekadar tempat bernaung, rumah adat Sumba juga memuat kearifan lokal. Tiap bagian rumah adat di tempat wisata Sumba ini mengandung makna. Misalnya, tiap rumah dibagi menjadi tiga bagian yang merupakan simbol keseimbangan alam.
Bagian bawah dianggap sebagai simbol tempat arwah, biasanya difungsikan untuk kandang hewan ternak. Bagian tengah untuk aktivitas sehari-hari manusia. Sedangkan bagian atas adalah tempat leluhur dan difungsikan untuk menyimpan bahan makanan.
Lokasi: Desa Tebara, Kecamatan Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
6. Bukit Warinding
Bukit Warinding terkenal dengan pemandangannya yang begitu mempesona, dengan bukit dan rerumputan serta hewan yang ada. Dibutuhkan sekitar satu jam perjalanan dari Waingapu. Pemandangan dalam perjalanan kesana pun juga membuat kita ingin selalu menatap keluar jendela.
Suhu udara di Bukit tempat wisata Sumba ini juga sangat sejuk karena berada di ketinggian. Pas sekali untuk anda yang ingin menghilangkan penat.
Di Bukit Wairinding ini akan menemui anak-anak Sumba yang tengah bermain atau mengembala hewan ternak mereka seperti kuda atau pun domba.
Ada dua aktivitas menarik yang tidak boleh dilewatkan ketika berada di Bukit Warinding yaitu, momen matahari terbit (sunrise), dan momen matahari tenggelam (sunset).
Bisa dibayangkan seperti apa indahan sinar matahari yang terlihat kemerahan, kemudian tenggelam di hamparan padang rumput dan gugusan bukit yang berdiri megah.
Periode terbaik untuk mengunjungi Bukit tempat wisata Sumba ini adalah pada musim kering. Antara bulan Juni sampai Oktober.
Sore hari adalah waktu yang pas mengunjungi Bukit Warinding, cahaya yang tidak terlalu panas serta dapat menyaksikan matahari tenggelam menyisakan semburat jingga di langit berteman sejuknya angin bukit.
Lokasi: Desa Pambota Jara, Kecamatan Pandawai, Kab. Sumba Timur, NTT.


0 Komentar