![]() |
| foto milik @Luci Derosari |
Sumba dikenal dengan kain tenunnya. Tiap-tiap daerah punya kekhasan masing-masing dalam pembuatan kain tenun, terlebih mengenai corak dan warnanya.
Hal ini terjadi karena tiap daerah mempunyai tradisi dan tanaman yang berbeda untuk proses pewarnaan yang alami pada jamannya (sekarang sudah banyak memakai benang pabrik). Sehingga warna dan corak ditempat yang satu berbeda dengan yang lainnya karena memang keterbatasan tanaman pewarna yang ada.
Pada kesempatan ini penulis ingin mengulas secara singkat dua macam kain tenun di wilayah Tambolaka. Kota ini masuk dalam Kabupaten Sumba Barat Daya.
Pada umumnya, kain tenun Tambolaka memiliki dua macam kain yang berbeda-beda. Kain tenun tersebut bernama Hinggi dan Lawu Pahikkungu.
Nah, untuk pembahasan dari kedua kain tersebut bisa dilihat pada pembahasan yang sudah ada dibawah ini.
- Tenun Hinggi, kain ini menjadi salah satu kain tenun yang akan digunakan oleh kaum pria.
- Tenun Lawu Pahikkungu, berbeda dengan kain tenun Hinggi, Lawu Pahikkungu biasanya digunakan sebagai sarung songket yang akan dipakai oleh kaum wanita.
Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda pecinta kain tenun Sumba!


0 Komentar